Minggu, 30 September 2012

BAHAN PENCEGAH KARAT PADA SISTEM PENDINGIN
 Air yang terdapat pada sistem pendingin berfungsi untuk perpindahan panas dari berbagai komponen yang terdapat pada mesin. Air biasa, baik air yang dapat diminum maupun tidak, akan menimbulkan karat pada sistem pendingin. Selain itu juga terjadi endapan yang terbentuk pada permukaan internal, khususnya pada komponen-komponen yang panas akibat mineral yang terkandung dalam air.
 Bahan pencegah karat merupakan bahan kimia yang larut dalam air. Jika bercampur dengan air bahan ini akan melindungi permukaan logam pada sistem pendingin dari berbagai korosi. Bahan pencegah karat juga harus melindungi sistem pendingin dari pembentukan endapan dan bahan asam.
 Penggunaan bahan pencegah karat yang tepat merupakan bagian penting dalam program perawatan mesin. Dewasa ini semua pabrik pembuat mesin tertutup yang didinginkan dengan air menentukan adanya pemakaian bahan pencegah karat tertentu dalam sistem pendingin. Selain itu diketahui bahwa bahan pencegah karat menjadi habis/berubah selama pemakaiannya. Bahan pencegah karat harus dijaga kekuatannya dan diganti secara teratur agar perlindungan mesin selalu terjaga. Dalam memilih bahan pencegah karat perlu diperhatikan apakah bahan tersebut juga mencegah terjadinya pembentukan lapisan kerak.
 Beberapa kendaraan, khususnya kendaraan import, menentukan penggunaan bahan anti pembekuan berbasis ethylene glycol dengan bahan pencegah karat. Untuk kendaraan yang dijalankan dalam kondisi suhu di bawah nol derajat selain diperlukan perlindungan terhadap karat juga diperluakn perlindungan anti beku pada mesin. Pada umumnya kondisi di Australia tidak memerlukan perlindungan tersebut, melainkan hanya perlindungan terhadap karat.

Poin-poin Utama
  • Air bersih maupun air dengan perlakuan khusus dapat menimbulkan terjadinya karat pada sistem pendingin. 
  • Bahan pencegah karat harus digunakan untuk melindungi mesin, di samping akan memperkecil biaya perawatan.
BAHAN PEMBERSIH PADA SISTEM PENDINGIN
 Agar mesin dapat berusia panjang diperlukan sistem pendingin yang bersih yang akan memperkecil problem panas berlebih serta memungkinkan bahan pencegah karat dapat berfungsi dengan baik.
 Akibat prosedur perawatan yang tidak tepat seringkali ditemukan bahan pengkontaminasi pada sistem pendingin mesin. Bahan-bahan pengkontaminasi tersebut mempunyai efek buruk terhadap mesin karena:
1. Dapat menyebabkan pencemaran dan panas berlebih.
2. Menyediakan tempat bagi karat.
3. Melawan aksi bahan pencegah karat.
Bahan pengkontaminasi utama adalah :
1. Bahan rontokan, biasanya hasil karat.
2. Berbagai endapan, biasanya berupa kerak dan hasil karat.
3. Kontaminasi dari sedikit pelumas. Bahan pencegah karat yang tidak sesuai.
 Untuk membersihkan sistem dari semua kontaminan diperlukan pembersihan kimiawi. Dengan penggunaan bahan pembilas radiator akan dapat dihilangkan segala endapan, gemuk dan oli, aktivitas mikrobial dan bahan pencegah karat yang tidak sesuai. Bahan pembilas khusus selain berfungsi seperti tersebut di atas juga dapat menghilangkan endapan yang sangat keras.
 Jika kita akan mengganti pemakaian bahan pencegah karat dengan yang lain maka harus dibersihkan dahulu semua bekas bahan pencegah karat yang lama. Bahan pencegah karat yang berbeda mungkin berbeda secara kimiawi sehingga akan membentuk reaksi kimia di dalam sistem pendingin.
 Pada umumnya bahan pembilas biasa sudah mencukupi. Jika terdapat problem kontaminan mungkin perlu digunakan bahan pembilas khusus.

Poin-poin Utama
  • Bahan pencegah karat harus dijaga ketinggiannya saat menambahkan cairan pendingin dan diganti secara teratur untuk menjamin perlindungan yang terus menerus. 
  • Pada kendaraan yang bekerja pada daerah bersuhu di bawah nol derajat perlu digunakan bahan pencegah karat anti beku.
ANALISA CAIRAN PENDINGIN
Cairan pendingin mempunyai fungsi yang banyak dan harus memiliki sifat-sifat :
1. Anti korosif
2. Anti kerak
3. Tidak berbusa
4. Aman bagi saluran cairan pendingin
5. Melumasi pompa air
6. Meningkatkan titik didih
7. Menurunkan titik beku
8. Mampu melindungi komponen aluminium dan besi tuang


CAMPURAN ETHYLENE GLYCOL
Cairan pendingin berbasis Ethylene Glycol memberi dua keyntungan yaitu :
1. Meningkatkan titik didih.
2. Menurunkan titik beku. Bahan pencegah karat merupakan bahan yang ditambahkan untuk perlindungan terhadap sistem.
Mungkin kita lebih tertarik pada masalah sifatnya yang anti beku atau anti mendidih dibandingkan fungsi utamanya sebagai pencegah karat. Kebanyakan cairan pendingin mengandung phosphat dan silikat untuk melindungi sistem pendingin. Phosphat melindungi komponen dari besituang sedangkan silikat melindungi komponen aluminium.
Cairan pendingin mungkin terdiri dari sekitar 95% Ethylene Glycol dan hanya 0,1% silikat untuk perlindungan terhadap logam campuran. Jika cairan pendingin yang mengandung phosphat bercampur dengan air (misalnya air PAM yang mengandung kalsium) maka akan timbul kalsium phosphat dan membentuk endapan. Oleh sebab itu sebaiknya gunakan air yang di-demineralisasi jika memakai cairan pendingin berbasis Ethylene Glycol.
Di samping itu perlu diperhatikan bahwa pemakaian campuran Ethylene Glycol melebihi 60% tidak lagi menghasilkan penurunan titik beku tetapi malah bersifat sebaliknya.
  • 33% dari volume = titik beku -19oC 
  • 50% dari volume = titik beku -34oC 
  • 60% dari volume = titik beku -55oC 
  • 80% dari volume = titik beku –40oC
Berdasarkan nilai di atas maka tidak diperoleh keuntungan dari pemakaian melebihi 60%. Kandungan Ethylene Glycol juga meningkatkan titik didih.
  • 33% dari volume = 104oC pada suhu ruang 
  • 50% dari volume = 109oC pada suhu ruang 
  • 60% dari volume = 113oC pada suhu ruang
Ethylene Glycol juga meningkatkan temperatur di daerah kap mesin.

 Analisa cairan pendingin yang mendetail diperoleh dari analisa di laboratorium. Walaupun mahal dan memakan waktu lama tetapi hasilnya sangat akurat. Sebagai gantinya dapat digunakan alat seperti refraktometer. Alat ini menggunakan prisma kaca yang padanya diletakkan sampel cairan pendingin kemudian diarahkan pada cahaya sehingga akan tampak berbagai warna spektrum cahaya yang bergantung pada jumlah Ethylene Glycol. Metode ini juga mahal tetapi akurat.
 Cara paling cepat dan efektif untuk mengetahui keadaan cairan pendingin adalah dengan dua metoda berikut :
1. Hidrometer
 Untuk mengetahui nilai berat jenis bisa digunakan hidrometer. Hasilnya akan menunjukkan persentase Ethylene Glycol per volume tetapi tidak menunjukkan kualitas bahan pencegah karat sebenarnya.

 Berat jenis menunjukkan angka perbandingan kepadatan relatif dibandingkan air. Berat jenis bahan pencegah karat ditentukan dengan menggunakan hidrometer. Pengukuran berat jenis tidak menunjukkan kondisi atau banyaknya bahan pencegah karat yang ada. Konsentrasi Ethylene Glycol pada bahan pencegah karat juga bisa ditentukan dengan menggunakan hidrometer. Penentuan konsentrasi tersebut tidak menunjukkan apakah glycol berada pada kondisi yang baik atau turun kwalitasnya menjadi senyawa asam.
Penggunaan hidrometer untuk mengukur konsentrasi propylene glycol sebagai bahan anti pembekuan juga tidak dapat dilakukan karena berat jenisnya yang hampir sama dengan air.
 Dengan menggunakan tabel di bawah ini anda dapat menentukan persentase Ethylene Glycol, dengan pengukuran pada suhu 20oC.

tabel berat jenis

Ford dan GMH menggunakan 50% campuran anti beku.
 

2. Pengukuran pH cairan pendingin Pemeriksaan yang mudah untuk mengetahui level pH bisa dilakukan dengan kertas lakmus. Tingkat pH yang diharapkan adalah sebesar 7,5. Jika lebih besar atau kurang dari ini bisa terjadi karat. Kertas lakmus bisa diperoleh di toko bahan kimia. Kertas lakmus mempunyai tabel warna.

 Nilai pH menunjukkan bahan pencegah karat bersifat asam atau basa. Nilai tersebut tidak menunjukkan jumlah atau kondisi bahan pencegah karat. Karat yang parah tetap dapat terjadi pada level pH yang diharapkan.


Poin-poin Penting
  • Pengukuran berat jenis hanya untuk menunjukkan banyaknya kandungan Ethylene Glycol dan bukan menunjukkan kualitas bahan pencegah karat. 
  • Pengukuran pH bisa dilakukan pada cairan pendingin yang berbasis Ethylene Glycol ataupun sodium nitrat. 
  • Pabrik-pabrik cairan pendingin terkemuka pada umunya menentukan penggantian cairan pendingin dalam suatu jangka waktu tertentu agar diperoleh hasil terbaik (misalnya 18-24 bulan atau sesuai ketentuan pabrik kendaraan). Hal inipun tidak menunjukkan kepastian perlindungan sistem. 
  • Jangan mencampur tipe cairan pendingin yang berbeda karena bisa bereaksi membentuk gel. 
  • Cairan pendingin bisa bersifat asam sehingga cat atau permukaann kendaraan yang telah di-finishing akan rusak jika terkena. 
  • Berhati-hatilah terhadap sifat asam cairan pendingin karena dapat menyebabkan iritasi berat.
Sekian dulu poastingan saya tentang pemeriksaan cairan pendingin.

Categories:

3 komentar:

  1. sip banget informasinya :)

    BalasHapus
  2. PUSAT SARANA BIOTEKNOLOGI AGRO

    menyediakan refractometer untuk keperluan penelitian, laboratorium, mandiri, perusahaan .. hub 081805185805 / 0341-343111 atau kunjungi kami di https://www TOKOPEDIA.com/indobiotech temukan juga berbagai kebutuhan anda lainnya seputar bioteknologi agro

    BalasHapus
  3. informasinya tentang glycol sangat bermanfaat ! Terima kasih. Jadi untuk bisa tau kemurnian dari glycol yang kita punya bisa dengan cara menggunakan hydrometer ya? Terus, apakah glycol tersebut masih bagus tidaknya, bisa kita tes pHnya. Begitu pengertian saya ttg penjelasan diatas. Mohon penerangannya bila salah tangkap. Trm ksh

    BalasHapus

Subscribe to RSS Feed Follow me on Twitter!